|
Ditulis Oleh Budi Santoso
|
|
Rabu, 12 Maret 2008 |
|
User Baru yang sudah terdaftar dari Gresik adalah Sofyan Nurfiyandi atau biasa dipanggil mas Pipin atau Sokran |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Minggu, 15 Juni 2008 )
|
|
|
Ditulis Oleh Wahyu Agung Widodo
|
|
Rabu, 12 Maret 2008 |
|
Sebagai orang tua masa kini, kita seringkali menekankan agar anak berprestasi secara akademik di sekolah. Kita ingin mereka menjadi juara dengan harapan ketika dewasa mereka bisa memasuki perguruan tinggi yang bergengsi. Kita sebagai masyarakat mempunyai kepercayaan bahwa sukses di sekolah adalah kunci untuk kesuksesan hidup di masa depan. Pada kenyataannya, kita tidak bisa mengingkari bahwa sangat sedikit orang-orang yang sukses di dunia ini yang menjadi juara di masa sekolah.
Bill Gates (pemilik Microsoft), Tiger Wood (pemain golf) adalah beberapa dari ribuan orang yang dianggap tidak berhasil di sekolah tetapi menjadi orang yang sangat berhasil di bidangnya. Kalau IQ ataupun prestasi akademik tidak bisa dipakai untuk meramalkan sukses seorang anak di masa depan, lalu apa? Kemudian, apa yang harus dilakukan orang tua supaya anak-anak mempunyai persiapan cukup untuk masa depannya? Jawabannya adalah: Prestasi dalam Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence), dan BUKAN HANYA prestasi akademik |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Minggu, 15 Juni 2008 )
|
|
|
Ditulis Oleh Wahyu Agung Widodo
|
|
Rabu, 12 Maret 2008 |
|
Bapak-bapak sadarilah. Mengekspresikan perasaan pada si anak itu sangat penting buat dia. Jangan terlalu cool atau jaga gengsi. Mungkin Anda suka film silat atau film western yang dibintangi Clint Eastwood. Sang hero selalu kelihatan tenang dan jarang bicara, bahkan dingin. Mungkin Anda merasa seperti itulah seorang laki-laki harusnya bersikap, bahkan terhadap keluarga, termasuk pada anak. Anggapan ini kuno, klise dan keliru. Emosi Anda bermanfaat bagi perkembangan jiwa si kecil. Dan pada akhirnya, ini juga baik bagi Anda. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Minggu, 15 Juni 2008 )
|
|
|
Ditulis Oleh Wahyu Agung Widodo
|
|
Rabu, 12 Maret 2008 |
|
7 Pedoman Mengelola Uang Tak perlu jadi pakar keuangan atau akuntan dulu untuk bisa mengelola uang. Anda pun bisa. Bahkan lebih oke! Berpenghasilan sendiri atau tidak, sejumlah uang yang Anda terima setiap bulan harus dikelola dengan bijak. Sikap bijak seperti apa yang tepat? Tujuh kiat berikut membantu Anda mengelola keuangan keluarga lebih cermat. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Minggu, 15 Juni 2008 )
|
|
|
Ditulis Oleh Budi Santoso
|
|
Sabtu, 08 Maret 2008 |
|
Setelah saya pelajari PHPGedView setiap saat Weekend, ternyata saya nilai perlu untuk diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia. Karena akan banyak rekan2 kita yang menggunakan porogram ini dalam bahasa Indonesia. Apalagi Bahasa Inggris bukan bahasa kedua kita. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Minggu, 15 Juni 2008 )
|
|
|
|