|
Keluarga merupakan lembaga masyarakat dengan jumlah anggota terkecil. Suatu keluarga terdiri dari dua unsur, yaitu orang tua dan anak dan salah satu diantaranya merupakan kepala keluarga. Terbentuknya keluarga diawali dengan perkawinan seorang laki-laki dan seorang perempuan dan dilengkapi dengan lahirnya anak. Pada dasarnya sebuah keluarga yang baru tidak terbentuk dan berdiri secara independen karena perkawinan yang membentuk keluarga tersebut merupakan penyatuan dua keluarga. Itulah mengapa keluarga adalah unit yang kompleks. Dalam keluarga, ikatan antar anggota tidak terbentuk semata-mata disebabkan kondisi dalam satu atap namun karena adanya ikatan batin dan rasa ketergantungan sebagai anggota keluarga. Setiap orang pasti mengharapkan terbentuknya keluarga yang sakinah. Keluarga yang penuh dengan kasih sayang, kedamaian, di mana setiap orang yang menjadi bagiannya merasakan manfaat dengan keberadaannya di tengah-tengah keluarga tersebut. Keluarga sakinah adalah keluarga yang bisa melaksanakan setiap fungsi keluarga secara optimal seperti yang diharapkan. Salah satu ciri keluarga sakinah adalah bisa menjadi sarana dalam membangun masa depan anak. Keluarga sepatutnya menjadi tempat pembelajaran hidup dan penggalian pengalaman bagi anak agar bisa survive di dunia luar dengan bekal mental dan pengetahuan yang cukup. Itulah mengapa setiap keluarga harus mempunyai visi jangka panjang. Visi yang menentukan tujuan dibentuknya keluarga tersebut bukan hanya berorientasi ke dalam tapi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Asas manfaat inilah yang dijadikan acuan dalam mendidik anak agar kelak bisa berkontribusi besar dalam masyarakat. Marwah Daud Ibrahim, dalam bukunya “Mengelola Hidup Merencanakan Masa Depan”, mengatakan bahwa sukses bangsa adalah sukses setiap individunya. Hal ini menunjukkan bahwa ada manfaat yang luar biasa ketika setiap orang bisa berkontribusi sesuai perannya di masyarakat. Tentunya hal ini dimulai dari keluarga. Pendidikan anak di keluarga sebaiknya menerapkan cara-cara yang santun namun juga melatih tanggung jawab. Dengan menanamkan nilai-nilai agama, menerapkan metode reward dan punishment untuk hal-hal yang dilakukan anak, dan pengenalan anak dengan lingkungan sekitar diharapkan dapat membentuk pribadi anak yang saleh, penuh tanggung jawab, dan peduli sosial. Keluarga juga merupakan tempat melatih pengembangan diri anak. Keteladanan dan pengalaman oleh orang tua adalah bekal utama anak dalam mendapatkan pengetahuan. Pembagian peran yang jelas serta hak dan kewajiban dalam keluarga harus dipahamkan pada anak dengan memperhatikan kondisinya. Dengan ini anak akan memahami keadaan keluarga sehingga kemudian mengerti peran dan tugas yang harus dilakukan sesuai visi keluarga, tentunya dengan bantuan dan peran serta orang tua. Pada waktunya anak-anak yang pada hari ini dididik dalam keluarga sakinah dan bervisi jelas akan menentukan nasib bangsa ini. Pribadi-pribadi yang bermoral, berkompeten, siap mental, dan memahami kondisi bangsalah yang nantinya menyelesaikan berbagi krisis yang melanda negeri ini. Semua ini dimulai dari keluarga sebagai sarana awal pembentukan pribadi anak. |