|
Ditulis Oleh Budi Santoso
|
|
Selasa, 05 Agustus 2008 |
|
Pagi-pagi berangkat dari Sidoarjo. Hari Senin. Agustus awal. Aku lupa kapan berangkat dari Sidoarjo terakhir kalinya. Sebulan yang lalu mungkin. Sepertinya sama hari Senin juga. Tapi kini terasa berbeda. Lebih padat dari biasanya. Ini nampak saat tiba di perempatan Gedangan. Selalu macet, tapi kali ini lebih panjang. Kendaraan didominasi sepeda motor, seperti biasanya. Dari kacamata statistik, ini menunjukkan sesuatu. Bisa dilihat rasio kendaraan roda 2 dan roda 4 nya pada saat berangkat kerja seperti pagi tadi. Tapi itu bukan acuan yang pasti. Karena bisa saja kendaraan roda 4 lebih banyak memilih lewat 'atas' alias jalan tol dibandingkan dengan kendaraan roda 2 yang memang harus lewat jalur yang bikin urat emosi semakin menegang ini. Ini diperparah dengan tingkah laku dan sikap dari beberapa teman-teman yang merasa jalan ini milik mbah nya sendiri. Mereka tidak mempedulikan orang pengendara lain dan hanya mementingkan keselamatan pribadi. Sehingga beberapa kali roda sepeda motor ini beradu dengan knalpot samping mereka yang suka nyalip-nyalip ugal-ugalan. Untungnya cuma pelan.
Pada dasarnya, kemacetan ini sudah bukan hal yang baru lagi. Teman-teman yang bertempat tinggal di Sidoarjo dan mempunyai pekerjaan di Surabaya, mau tidak mau harus lewat jalan ini bagi yang mengendarai roda 2. Tidak kaget dengan situasi ini. Beruntunglah teman-teman yang memiliki kendaraan stir bundar dan berkantong tebal atau mendapat tunjangan transportasi khusus roda 4 dari perusahaan. Tetapi tidak semua dari kita seberuntung itu. Yang pasti, jumlah orang 'normal' relatif tidak sebanyak orang yang 'tidak normal' itu. :) Setiap kali saya lewat jalan dengan situasi semacam itu, yang pertama kali terbersit dalam benak saya adalah pertanyaan: kapan jalan ini pada jam seperti ini bisa nyaman dilalui? Kapan kita bisa memiliki transportasi massal yang aman, nyaman dan murah? Apakah setahun lagi akan seperti ini? Masih lewat jalanan ini? Bagaimana kira2 dua tahun lagi? Macet lebih panjang ataukah malah habis tak bersisa. Jalanan lagi, macet sih nggak, hanya padat merayap. Luarbiasa padat, luarbiasa merayap. Kapan akan jadi baik...  Jalan di Gedangan, Sidoarjo
|
|
Pemutakhiran Terakhir ( Selasa, 05 Agustus 2008 )
|